Langsung ke konten utama

Teknik latihan olah sukma dan olah suara (vokal)

a. Olah Sukma.

Kalau ketika latihan olah badan dan olah suara untuk melatih fisik yang bersifat jasmaniah, latihan olah sukma ialah untuk melatih kejiwaan. Olah sukma juga disebut olah olah rasa atau olah jiwa. Sukma, jiwa dan rasa sangat perlu untuk melaksanakan sesuatu, dan sering juga disebut pendorong laku. Dalam latihan olah sukma meliputi kegiatan sebagai berikut ini :

1. Penguasaan pancaindra, yaitu :

  • Meraba atau merasakan lewat kulit.
  • Penciuman atau membau sesuatu.
  • Mendengar atau merasakan lewat telinga.

2. Penguasaan perasaan dan laku dalam, yaitu :
  • Pikiran.
  • Observasi.
  • Emosi dan perasaan.
  • Imajinasi atau penghayalan.
  • Konsentrasi atau pikiran berpusat pada tujuan.

olah suara

b. Olah Suara.

Ketika latihan olah suara untuk pertunjukan teater tradisional sangat diperlukan, karena teater tradisional sebagian besar telah memakai nyanyian untuk pertunjukannya. Oleh karena itu, sebelum pertunjukan, latihan olah suara harus sudah dilakukan lebih dulu, seperti berikut ini cara latihan olah suara :

a. Latihan vokal.

Pertama yang kita lakukan dalam latihan sebelum pertunjukan, latihan vokal ialah pengembangan dari pernapasan segitiga. Perbedaannya terletak pada tahap cara mengeluarkan udara. Ketika pada waktu tahap ini udara yang di keluarkan melewati hidung dipindahkan melewati mulut.

Ketika udara keluar melewati mulut, udara yang dikeluarkan akan berbunyi vokal a, i, u, e dan o dengan nada panjang, sepanjang-panjangnya. Kemudian latihan dilanjutkan dengan mengeluarkan vokal terputus-putus dan meletup.

b. Latihan jeda dan inotasi.

Ketika kita harus bisa memahami tentang olah suara kita juga harus melakukan latihan jeda dan inotasi, latihan jeda dan inotasi ialah kelanjutan dalam latihan mengucapkan kalimat. Pertama, ucapan kata demi kata dalam suatu kalimat.

Ucapan yang dikeluarkan harus sejelas mungkin. Kedua, ucapan frasa demi frasa dalam suatu kalimat. Ketiga, ketika melakukan latihan penjedaan ini sudah bagus, gabungkan latihan penjedaan tersebut dengan memakai latihan inotasi dengan benar.

c. Latihan kata, frasa, dan kalimat.

Pada waktu proses latihan ini harus masih memakai pernafasan segitiga. Kalian harus melatih dengan memakai kata-kata yang pendek, sedang, panjang, contohnya seperti : ''berjalan'', ''berjalanlah'' dan ''berjalanlahkau''. Proses latihan selanjutnya ialah latihan mengucapkan frasa dan yang terakhir mengucapkan kalimat, dengan cara dari kalimat sederhana sampai kalimat panjang.

d. Latihan konsonan.

Latihan konsonan juga hampir mirip dengan latihan vokal. Cuma perbedaannya pada latihan ini ialah bunyi yang dihasilkan dari mulut ialah bunyi konsonan. Di dalam latihan konsonan tidak bisa dengan nada panjang, jadi ketika latihan harus langsung pada latihan konsonan terputus-putus dan meletup.

e. Pernapasan.

Di dalam sesi latihan olah suara pernapasan harus dilaksanakan setiap kali akan mengadakan latihan teater, termasuk latihan olah suara. Secara umum pernapasan dibagi menjadi dua macam, yaitu dengan pernapasan biasa dan pernapasan segitiga.

Pernapasan biasa harus dilaksanakan sebelum pernapasan segitiga. Pernapasan biasa dilaksanakan dengan cara menghirup udara melewati hidung, kemudian mengeluarkannya melewati hidung juga. Pernapasan biasa juga dilaksanakan dengan hitungan berirama, contohnya ketika menghirup udara melewati hidung, dihitung tiga kali (pada waktu kesempatan menghitung setiap nomor satu detik), lalu kemudian pada waktu ketika mengeluarkan udara melewati hidung juga dihitung tiga kali.

Semua hal ini telah dilaksanakan berulang-ulang, hitungan bisa juga ditambah sampai sesuai dengan kemampuan calon pemain. Pernapasan segitiga juga dilaksanakan dengan proses-proses sebagai berikut : menghirup udara, menahan udara di bawah perut, mengeluarkan udara, menahan perut di dalam keadaan kosong udara, menghirup udara, dan seterusnya. Ketika setiap tahapan dalam penghitungan harus dihitung dan irama yang sama.

Baca juga di bawah ini :



Di dalam artikel di atas sudah saya tulis dengan jelas tentang teknik latihan dasar bermain teater, semoga bisa menjadi bermanfaat bagi teman-teman yang sudah membacanya dan untuk mengetahui tentang cara-cara bermain teater dengan benar dan baik.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gambar Arsitektur Candi Prambanan

Gambar Candi Prambanan  Nama Prambanan, berasal dari nama desa tempat candi ini berdiri, diduga merupakan perubahan nama dialek bahasa Jawa dari istilah teologi Hindu Para Brahman yang bermakna "Brahman Agung" yaitu Brahman atau realitas abadi tertinggi dan teragung yang tak dapat digambarkan, yang kerap disamakan dengan konsep Tuhan dalam agama Hindu.  Baca juga  Gambar Candi Borobudhur Pendapat lain menganggap Para Brahman mungkin merujuk kepada masa jaya candi ini yang dahulu dipenuhi oleh para brahmana. Pendapat lain mengajukan anggapan bahwa nama "Prambanan" berasal dari akar kata mban dalam Bahasa Jawa yang bermakna menanggung atau memikul tugas, merujuk kepada para dewa Hindu yang mengemban tugas menata dan menjalankan keselarasan jagat. Poto Candi Prambanan Nama asli kompleks candi Hindu ini adalah nama dari Bahasa Sansekerta; Siwagrha (Rumah Siwa) atau Siwalaya (Alam Siwa), berdasarkan Prasasti Siwagrha yang bertarikh 778 Saka (856 Masehi).  Relief Candi Pr...

Perjalanan Sunan Kudus Mencari Ilmu

Perjalanan Sunan Kudus Mencari Ilmu  - Di samping belajar agama kepada ayahnya sendiri, Raden Jakfar Sodiq juga belajar kepada beberapa ulama terkenal. Diantaranya kepada Kiai Telingsing, Ki Ageng Ngerang dan Sunan Ampel .  Nama asli Kiai Telingsing ini adalah The Ling Sing, beliau adalah seorang ulama dari negeri cina yang datang ke Pulau Jawa bersama Laksamana Jenderal Cheng Hoo. Sebagaimana disebutkan dalam sejarah, Jenderal Cheng Hoo yang beragama Islam itu datang ke Pulau Jawa untuk mengadakan tali persahabatan dan menyebarkan agama Islam melalui perdagangan.  Sunan Kudus Di Jawa. The Ling Sing cukup dipanggil dengan sebutan Telingsing, beliau tinggal di sebuah daerah subur yang terletak diantara sungai Tanggulangin dan Sungai Juwana sebelah Timur. Disana beliau bukan hanya mengajarkan agama Islam, melainkan juga mengajarkan kepada para penduduk seni ukir yang indah.  Banyak yang datang berguru seni ukir kepada Kiai Telingsing, termasuk Raden ...

Kunjungan dan penilaian ke pameran seni atau galeri

Manusia telah diciptakan oleh Tuhan dilengkapi dengan otak besar manusia telah terbagi menjadi dua, kanan dan kiri, bagian kiri untuk berfikir eksakta atau logika, sedangkan bagian yang kanan untuk kreativitas atau menciptakan sesuatu. Kreativitas merupakan hal yang tidak bisa dikesampingkan karena dengan kreativitas manusia bisa menata langkah, strategi dalam melakukan jalan hidup. Kreativitas seni merupakan langkah awal di dalam angan-angan manusia. Di dalam kreativitas seni harus ditumbuhkan sikap menghargai suatu karya seni. Untuk bisa menghargai perlu belajar banyak dengan cara melihat, membandingkan, kemudian menghayati dan menghargai sehingga telah terjadi proses pengolahan ide yang kemudian muncul rasa ingin berbuat, berkarya seni. Kunjungan ke pameran seni atau ke sanggar seni merupakan langkah mula agar bisa melakukan dorongan dari dalam diri manusia untuk melakukan yang lebih dari yang sudah mereka lihat. Bagi masyarakat perkotaan pameran, sanggar tidak menjadi masalah, kare...