Langsung ke konten utama

Postingan

Manajemen Khas Indonesia Masa Suharto (Catatan Seorang Wartawan)

Manajemen Khas Indonesia Masa Suharto (Catatan Seorang Wartawan) - Waktu Pak Dharmono menjabat Menteri Sekretaris Negara, Saya pernah rasan-rasaan ingin menulis buku tentang Pak Harto, mengenai filsafat dan pandangan hidupnya yang menurut saya sangat berwarna Jawa. Kemudian Pak Oyong meninggal, dan saya mengambil oper semua pekerjaan. Keinginan itu lalu terbelengkai. Tapi keinginan itu tetap ada karena saya memang cukup mengamati juga cara Pak Harto dalam mengelola bangsa dan negara ini. Yang mengesankan saya. Pak Harto mempunyai visi yang berakar pada pandangan hidup kenegaraan kita, dan pada penghayatan nilai-nilai Jawa. Tetapi, selain memiliki visi, beliau juga bisa mentransfomir menjabarkannya sehingga menjadi program nyata. Getthings done. Ada istilah latin omnis comparatio claudat: segala perbandingan itu timpang, tidak persis pas. Suharto Dengan catatan itu dapatlah dikatakan: Bung Kamo lebih menonjolkan visi dan retorik. Memang ada tindakan. tapi lebih ke poli...

Manajemen Pak Harto Bisa Diamati Suksesnya Pembangunan Negara

Manajemen Pak Harto Bisa Diamati Suksesnya Pembangunan Negara - Secara umum, manajemen Pak Harto dapat diamati dengan jelas dari kisah sukses pembangunan negara kita. Proses dan pilihan-pilihan prioritasnya, aksentuasinya, di sana-sini memang terdapat kemiripan dengan kisah sukses pembangunan (ekonomi) negara lain. Namun, tidak sedikit prakarsa dan inisiatif Pak Harto bersifat fenomena.  Termasuk metodologi pembangunannya yang dapat disimpulkan sebagai menata sambil membangun atau sebaliknya, membangun sambil menata. Selama hampir tiga dekade terakhir, Indonesia tumbuh dan berkembang secara berkesinambungan.  Pak Harto Kalau menggunakan takaran-takaran baku yang berlaku universal, keberhasrlan tersebut (khususnya di bidang ekonomi) antara lain terefteksi dan PDB, pendapatan per kapita dan sebagainya, yang kesemuanya menyebabkan berbagai pengamat menempatkan Indonesia di antara sangat sedikit the miracle making economies. Aktualisasi aset-aset negara yang ber...

Manajemen Soeharto Suatu Fenomena

Manajemen Soeharto Suatu Fenomena - Dari sudut manajemen, tidaklah ada negara terbelakang (underdeveloped), yang ada hanya negara-negara kurang termenej (undermanaged). Mereka yang masuk dalam kategori kurang berkembang pun pada dasarnya adalah negara yang kurang mampu mengelola sumber-sumber dayanya secara efektif. Demikian juga konsekuensi perubahan-perubahan lingkungan strategisnya. Hal itu adalah kesepakatan Peter F. Drucker bahwa : Antara penerapan prinsip-prinsip manajemen negara dan manajemen bisnis atau badan usaha. sesungguhnya terdapat berbagai kesamaan mendasar. Dalam Management and Machiawilt. Anthony Jay menegaskan, in all important ways states and corporations are the same -in particular in the framework they construct within which econatmc and political necessity interact with minds and wills of men. States and corporations can be defined in almost exatly the same way: institutions for effective employment of resources. Soeharto Melihat proses ataupun perk...

Suharto Menciptakan Pembangunan Nasional Cita-Cita Bangsa Indonesia

Suharto Menciptakan Pembangunan Nasional Cita-Cita Bangsa Indonesia - Pembangunan Nasional untuk melaksanakan cita-cita bangsa, yakni masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 45 bukanlah pekerjaan yang mudah. Pekerjaan itu memerlukan kerja keras, ketekunan, bahkan pengorbanan. Bangsa Indonesia memiliki potensi untuk mencapai cita-citanya dengan catatan bangsa yang besar ini harus mengerahkan seluruh kekuatan untuk menggerakkan seluruh lapisan dan golongan di dalam roda besar pembangunan. Pak Harto adalah salah satu contoh putra bangsa yang telah melakukan usaha tersebut. Dalam otobiografinya kita bisa menyimaknya, bahwa: Suharto "Saya tak ubahnya bangun dan mimpi dalam dunia pembangunan, tugas yang dipikulkan kepada saya. Di rumah saya berpikir tentang itu. Di kantor saya bertindak tentang itu. Di tempat-tempat yang kelihatannya santai pun saya merenung tentang itu". Pada tahun 2003 Indonesia akan memasuki era perdagangan bebas di kawasan Asia T...

Struktur Organisasi Kabinet Pembangunan VI Jaman Suharto

Struktur Organisasi Kabinet Pembangunan VI Jaman Suharto - Dikatakan bukan murni organisasi matriks karena para Menteri Koordinator tidak memiliki jalur perintah atau komando kepada para menteri, tetapi lebih sebagai jalur koordinasi dan sinkronisasi kebijakan. khususnya yang lintas sektoral yang otomatis lintas departemen kementrian. Sementara posisi komando langsung kepada Presiden. Struktur organisasi matriks murni mengasumsikan kedudukan Menko juga dalam posisi komando. Jika ini diadaptasi mentah mentah oleh Pak Harto, maka akan memunculkan kelemahan melekat dari struktur organisasi matriks, yakni adanya pertanggungjawaban ganda. Pemilihan dan penyempurnaan struktur organisasi matriks adalah pilihan yang bijaksana dalam mengantisipasi kebutuhan dan tantangan manajerial. Langkah Presiden Soeharto untuk membentuk Menteri Koordinator industri dan Perdagangan akhir tahun 1995 merupakan contoh langkah strategis untuk memaksimalisasi struktur organisasi matriks ini. Struktur org...