Langsung ke konten utama

Kisah Asmara Dewi Antakawulan

Kisah Asmara Dewi Antakawulan - Antakawulan ialah isteri sang Prabu Barata raja di negara Ayodya, konon ceritanya sang dewi belum mau melayani sang suami jika Prabu Barata belum bisa mengartikan kata-kata panas apa yang melebihi panasnya matahari.

Dewi Antakawulan
Dewi Antakawulan

Tetapi teka-teki tersebut telah bisa dijawab oleh saudaranya Prabu Barata yaitu Leksmanamurdaka, sehingga Antakawulan mengejar-ngejarnya agar dipersunting Leksmana yang bisa memecahkan teka-teki itu karena wadat siapa yang bisa memecahkan teka-teki itu maka akan menjadi suaminya.

Baca juga di bawah ini



Tetapi tampil sesosok Arjuna yang berpura-pura menjadi Laksmana sehingga bisa menyunting Antakawulan, tetapi sebetulnya sang dewi ialah jelmaan wahyu ketrentaman yang menyatu dengan Arjuna.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Teknik latihan olah sukma dan olah suara (vokal)

a. Olah Sukma. Kalau ketika latihan olah badan dan olah suara untuk melatih fisik yang bersifat jasmaniah, latihan olah sukma ialah untuk melatih kejiwaan. Olah sukma juga disebut olah olah rasa atau olah jiwa. Sukma, jiwa dan rasa sangat perlu untuk melaksanakan sesuatu, dan sering juga disebut pendorong laku. Dalam latihan olah sukma meliputi kegiatan sebagai berikut ini : 1. Penguasaan pancaindra, yaitu : Meraba atau merasakan lewat kulit. Penciuman atau membau sesuatu. Mendengar atau merasakan lewat telinga. 2. Penguasaan perasaan dan laku dalam, yaitu : Pikiran. Observasi. Emosi dan perasaan. Imajinasi atau penghayalan. Konsentrasi atau pikiran berpusat pada tujuan. b. Olah Suara. Ketika latihan olah suara untuk pertunjukan teater tradisional sangat diperlukan, karena teater tradisional sebagian besar telah memakai nyanyian untuk pertunjukannya. Oleh karena itu, sebelum pertunjukan, latihan olah suara harus sudah dilakukan lebih dulu, seperti berikut ini cara latihan olah suara : ...

Gambar Arsitektur Candi Prambanan

Gambar Candi Prambanan  Nama Prambanan, berasal dari nama desa tempat candi ini berdiri, diduga merupakan perubahan nama dialek bahasa Jawa dari istilah teologi Hindu Para Brahman yang bermakna "Brahman Agung" yaitu Brahman atau realitas abadi tertinggi dan teragung yang tak dapat digambarkan, yang kerap disamakan dengan konsep Tuhan dalam agama Hindu.  Baca juga  Gambar Candi Borobudhur Pendapat lain menganggap Para Brahman mungkin merujuk kepada masa jaya candi ini yang dahulu dipenuhi oleh para brahmana. Pendapat lain mengajukan anggapan bahwa nama "Prambanan" berasal dari akar kata mban dalam Bahasa Jawa yang bermakna menanggung atau memikul tugas, merujuk kepada para dewa Hindu yang mengemban tugas menata dan menjalankan keselarasan jagat. Poto Candi Prambanan Nama asli kompleks candi Hindu ini adalah nama dari Bahasa Sansekerta; Siwagrha (Rumah Siwa) atau Siwalaya (Alam Siwa), berdasarkan Prasasti Siwagrha yang bertarikh 778 Saka (856 Masehi).  Relief Candi Pr...

Struktur aransemen

a. Introduksi (Intro) Introduksi berfungsi sebagai bagian pengantar menuju lagu pokok. Introduksi dari sebuah aransemen musik idealnya dengan panjang 4 hingga 12 birama. Intro yang pendek, dimungkinkan para penyanyi atau pendengar belum sempat merekam suasana lagu, tempo, tonalitas, metrik dan ritme yang dinyanyikan dan dimainkan dengan baik. Sebaiknya intro yang terlalu panjang akan menimbulkan kebosanan. b. Lagu pokok Pemaparan dan penggarap melodi lagu asli secara proporsional dalam membuat aransemen tetap mempertahankan ciri melodi lagu aslinya tidak mengembangkan yang berakibat mengaburkan melodi asli. Namun kita tetap berpegang pada prinsip asas kreativitas. c. Coda Coda ialah bagian yang ditambahkan pada akhir suatu aransemen lagu bertujuan menghasilkan titik klimaks atau sebagai gongnya. d. Pengembangan Pengembangan ialah mengembangkan potensi-potensi kreasi yang telah diupayakan muncul pada bagian interlude. Pengembangan lagu pokok dengan cara perubahan tempo, metrik, nuansa l...