Langsung ke konten utama

Sifat tokoh wayang Burisrawa

Sifat tokoh wayang Burisrawa - Burisrawa adalah putra Prabu Slyapati dengan Dewi Pujawati yang telah diubah namanya menjadi Dewi Setyawati, walaupun Prabu Salya dan Setyawati berujud seorang satria dan dewi, namun Putranya yang bernama Burisrawa ini berujud setengah raksasa. 

Burisrawa

Burisrawa

Ini semua terjadi karena Prabu Salya telah berani menghina bahkan membunuh mertuanya yang berujud Pendeta raksasa yakni Begawan Bagaspati. Walaupun ia seoarang putra mahkota Burisrawa suka mengikuti kakak iparnya yaitu Prabu Duryudana suami Dewi Banuwati kakaknya. 

Baca juga selanjutnya 



Beberapa cerita Burisrawa selalu ingin memperistri Wara Subadra namun tak ada hasilnya, dalam perang Baratayuda ia gugur melawan Raden Setyaki yang telah dibantu oleh Arjuna.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Teknik latihan olah sukma dan olah suara (vokal)

a. Olah Sukma. Kalau ketika latihan olah badan dan olah suara untuk melatih fisik yang bersifat jasmaniah, latihan olah sukma ialah untuk melatih kejiwaan. Olah sukma juga disebut olah olah rasa atau olah jiwa. Sukma, jiwa dan rasa sangat perlu untuk melaksanakan sesuatu, dan sering juga disebut pendorong laku. Dalam latihan olah sukma meliputi kegiatan sebagai berikut ini : 1. Penguasaan pancaindra, yaitu : Meraba atau merasakan lewat kulit. Penciuman atau membau sesuatu. Mendengar atau merasakan lewat telinga. 2. Penguasaan perasaan dan laku dalam, yaitu : Pikiran. Observasi. Emosi dan perasaan. Imajinasi atau penghayalan. Konsentrasi atau pikiran berpusat pada tujuan. b. Olah Suara. Ketika latihan olah suara untuk pertunjukan teater tradisional sangat diperlukan, karena teater tradisional sebagian besar telah memakai nyanyian untuk pertunjukannya. Oleh karena itu, sebelum pertunjukan, latihan olah suara harus sudah dilakukan lebih dulu, seperti berikut ini cara latihan olah suara : ...

Gambar Arsitektur Candi Prambanan

Gambar Candi Prambanan  Nama Prambanan, berasal dari nama desa tempat candi ini berdiri, diduga merupakan perubahan nama dialek bahasa Jawa dari istilah teologi Hindu Para Brahman yang bermakna "Brahman Agung" yaitu Brahman atau realitas abadi tertinggi dan teragung yang tak dapat digambarkan, yang kerap disamakan dengan konsep Tuhan dalam agama Hindu.  Baca juga  Gambar Candi Borobudhur Pendapat lain menganggap Para Brahman mungkin merujuk kepada masa jaya candi ini yang dahulu dipenuhi oleh para brahmana. Pendapat lain mengajukan anggapan bahwa nama "Prambanan" berasal dari akar kata mban dalam Bahasa Jawa yang bermakna menanggung atau memikul tugas, merujuk kepada para dewa Hindu yang mengemban tugas menata dan menjalankan keselarasan jagat. Poto Candi Prambanan Nama asli kompleks candi Hindu ini adalah nama dari Bahasa Sansekerta; Siwagrha (Rumah Siwa) atau Siwalaya (Alam Siwa), berdasarkan Prasasti Siwagrha yang bertarikh 778 Saka (856 Masehi).  Relief Candi Pr...

Kunjungan dan penilaian ke pameran seni atau galeri

Manusia telah diciptakan oleh Tuhan dilengkapi dengan otak besar manusia telah terbagi menjadi dua, kanan dan kiri, bagian kiri untuk berfikir eksakta atau logika, sedangkan bagian yang kanan untuk kreativitas atau menciptakan sesuatu. Kreativitas merupakan hal yang tidak bisa dikesampingkan karena dengan kreativitas manusia bisa menata langkah, strategi dalam melakukan jalan hidup. Kreativitas seni merupakan langkah awal di dalam angan-angan manusia. Di dalam kreativitas seni harus ditumbuhkan sikap menghargai suatu karya seni. Untuk bisa menghargai perlu belajar banyak dengan cara melihat, membandingkan, kemudian menghayati dan menghargai sehingga telah terjadi proses pengolahan ide yang kemudian muncul rasa ingin berbuat, berkarya seni. Kunjungan ke pameran seni atau ke sanggar seni merupakan langkah mula agar bisa melakukan dorongan dari dalam diri manusia untuk melakukan yang lebih dari yang sudah mereka lihat. Bagi masyarakat perkotaan pameran, sanggar tidak menjadi masalah, kare...